Berita kami

Tim Wasev Dari Mabesad Tinjau TMMD di Desa Kalinanas, Wonosegoro

19 March 2025 Pemerintahan

Foto : Bupati Boyolali, Agus Irawan cek pembangunan RTLH di TMMD ke-123 Di Desa Kalinanas Kecamatan Wonosamodro. Rabu (19/03/2025)

BOYOLALI – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Mabes TNI AD melakukan kunjungan ke Desa Kalinanas Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali dalam rangka Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-123 Tahun Anggaran 2025.

Kunjungan Tim Wasev ini bertujuan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Kegiatan TMMD Reguler Ke-123 Tahun Anggaran 2025 yang berjalan di Desa Kalinanas serta memberikan arahan dan bimbingan kepada Satgas.

Tim Wasev dipimpin oleh PA. Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan (Ekkudag), Mayjen TNI Amrin Ibrahim didampingi oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan serta pejabat lainnya.

Dalam kunjungannya, Tim Wasev berkesempatan untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan TMMD Reguler Ke-123 Tahun Anggaran 2025 di Desa Kalinanas termasuk pembangunan infrastruktur jalan, rumah rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur Bor, serta pemberdayaan masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa pelaksanaan TMMD Ke-123 di Desa Kalinanas berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan pengawasan dan evaluasi secara terus-menerus,” katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo yang menerima secara langsung kunjungan Tim Wasev berharap dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan TMMD Reguler Ke-123 Tahun Anggaran 2025 di Desa Kalinanas.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Tim Wasev. Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan TMMD Re Ke-123 di Desa Kalinanas,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, TMMD Reguler Ke-123 Tahun Anggaran 2025 di Desa Kalinanas, Kecamatan Wonosegoro ini telah dimulai pada Rabu (19/02/2025) yang lalu. Terdapat tujuh titik betonisasi, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ada lima sasaran, pembangunan sumur bor dilanjutkan dengan pipanisasi di dua titik, penanaman jagung jenis NK di lahan seluas dua hektar, dan penanaman pohon sengon laut dengan jarak lima meter sebanyak 200 batang yang menjadi sasaran fisik.

Selain itu, adapula sasaran non fisik yang dilakukan. Antara lain ada pemberian bantuan sembako, pemberian bantuan Al Quran, sosialisasi, dan penyuluhan untuk masyarakat sekitar. (Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Boyolali)

BAGIKAN ARTIKEL INI