Berita kami

Desa Jerukan Juwangi Panen, Jadi Antisipasi Inflasi Akibat Bawang Merah Hingga Stok Dipastikan Aman

23 November 2022 Ekonomi

Foto : Panen raya bawang merah di Desa Jerukan Kecamatan Juwangi. Rabu (23/11/2022)

 

BOYOLALI – Salah satu komoditi pertanian yang menjanjikan keuntungan adalah bawang merah yang setiap hari menjadi kebutuhan dapur bagi masyarakat. Keberhasilan tersebut sedang dirasakan oleh para petani Desa Jerukan Kecamatan Juwangi yang hari ini Rabu (23/11/2022) melakukan panen bawang merah yang sudah memasuki usia panen.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto mengatakan, lahan pertanian bawang merah Desa Jerukan ini seluruhnya 50 hektare yang tidak ditanami secara serempak, sehingga bisa panen secara bertahap. Dijelaskan olehnya, pada lahan seluas 2.500 meter², bisa menghasilkan bawang merah 13 kuintal dan penjualan pasca panen pun mudah.

“Ini salah satu hal upaya untuk mengantisipasi terjadinya inflasi akibat bawang merah” ujarnya.

Di Kota Susu saat ini, tanaman bawang merah yang sedang berdiri (standing crop) di lahan ada sekitar 639 hektare yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Cepogo 355 hektare, Selo 226 hektare, Juwangi 50 hektare, Tamansari empat hektare, serta Nogosari dan Ngemplak masing-masing dua hektare. Hingga bulan Oktober lahan yang sudah dipanen seluas 1.310 hektare dengan produksi bawang merah sebanyak 75.486 kuintal sehingga kebutuhan bawang merah untuk Boyolali dan sekitarnya dipastikan aman.

“Harapannya petani dalam menanam jangan sampai barengan, jadi kalau bisa ada komunikasi antar daerah” harap Bambang.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Jerukan Suprat membeberkan bahwa pertanian di desanya sudah berkembang baik karena petani sudah berani menanam bawang merah, melon, dan cabai, yang mana sebelumnya petani hanya sebatas menanam padi, kedelai dan jagung. Jumlah penduduk Desa Jerukan kurang lebih 3.074 jiwa dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani.

“Sekarang petani sudah modern sudah mau berani spekulasi untuk menanam bawang merah, juga menanam melon dan lombok [cabai]” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani yang merupakan ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Somadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen bawang merah di daerahnya. Dari lahan seluas 1800 meter² dan modal awal Rp 20 juta bisa memperoleh hasil penjualan Rp 35 juta. Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan perhatian berupa bantuan alat mesin pertanian berupa cultivator yang kini dipergunakan para petani bawang merah.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dengan adanya bantuan-bantuan yang dikucurkan kepada kami khususnya kepada petani Desa Jerukan yang berupa apapun. Salam Metal buat Pak Bupati.” ungkapnya. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

BAGIKAN ARTIKEL INI