Berita kami

Tingkatkan Kemampuan, Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Latihan Bebaskan Sandera

02 November 2021 Pemerintahan

Foto : Aksi Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa menggelar latihan operasi khusus yakni pembebasan sandera. Latihan dilakukan di Kantor Bupati Boyolali. Selasa  (2/11/2021)

 

BOYOLALI - Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa menggelar latihan operasi khusus yakni pembebasan sandera. Latihan dilakukan di Kantor Bupati Boyolali pada Selasa  (2/11/2021), dimana skenarionya adalah membebaskan Bupati Boyolali yang ditawan oleh kelompok teroris, yang dalam hal ini Bupati diperankan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Boyolali Arif Budi Nuranto.

 

Ditemui usai memantau jalannya latihan, Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Andi Muhammad mengatakan kehadirannya ke Boyolali adalah untuk melihat langsung latihan operasi khusus prajuritnya.

 

“Ini kita latihkan di segala bentuk medan dan cuaca apapun dalam rangka menghadapi perkembangan situasi baik nasional maupun regional.” ujarnya.

 

“Ini tolak ukur Batalyon satuan saya ini yang ada sembilan Batalyon Infanteri ini saya menilai Alhamdulillah semuanya berhasil mencapai target yang mampu dan mahir serta menguasai teori-teori materi operasi khusus ini.” lanjutnya lagi.

 

Andi menjelaskan, tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan memelihara latihan tingkat Batalyon. Sebelumnya, sudah diadakan latihan selama satu pekan dan latihan operasi khusus ini adalah puncak latihan setingkat Batalyon. Ditambahkan, ada tiga tahapan latihan, di home base [pangkalan], di hutan gunung dan di daerah rawa laut.

 

“Kita harapkan bahwa latihan ini nanti bekal untuk melaksanakan tugas-tugas operasi di segala bentuk medan dan kondisi apapun.” katanya.

 

Sementara itu, Bupati Boyolali M. Said Hidayat menyaksikan secara langsung via Zoom di Ruang Wijaya Kusuma Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali. Pihaknya menyampaikan terimakasih atas latihan yang digelar di Boyolali.

 

“Tentunya Boyolali membuka, memberikan ruang untuk TNI berlatih di Boyolali.” ungkapnya.

 

Bupati Said menyampaikan, latihan ini memberikan gambaran bahwa untuk mengantisipasi gangguan keamanan membutuhkan kerjasama antara TNI, masyarakat dan Pemerintah Daerah.

 

“Latihan ini tadi hendaknya dapat memberikan satu kekuatan bagi TNI kita, kesiapsiagaan TNI kita, tetapi kita mohon secara bersama semua harus tetap menyuarakan semangat persatuan kesatuan di Boyolali dan di negeri ini.” pesannya. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

BAGIKAN ARTIKEL INI