Berita kami

Tekan Laka Tol, Satlantas Polres Boyolali Gelar Diskusi Antar Stakeholder

18 April 2023 Pemerintahan

Foto : Kasatlantas Polres Boyolali AKP M Herdi Pratama menjadi salah satu narasumber FGD pencegahan laka lantas di tol yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Ngemplak. Senin (17/04/2023)

 


BOYOLALI - Pasca terjadinya kecelakaan jalan tol Semarang-Solo selama dua hari berturut turut di KM 487,600 Teras dan KM 472 Ampel Boyolali beberapa hari yang lalu, kini Satlantas Polres kabupaten setempat menggelar diskusi terkait upaya pencegahan laka lantas yang terjadi di ruas jalur tol area Boyolali.

Kasat Lantas Polres Boyolali AKP M Herdi Pratama mengatakan, dalam acara focus group discussion (FGD) ini membahas terkait penurun laka lantas. Dari diskusi ini mendapat berbagai langkah langkah penurunan laka lantas.

“Dalam diskusi ini kami membahas tentang penurunan laka lantas di jalur tol. Kami berharap dengan diskusi ini dapat menurunkan angka laka lantas,”katanya kepada wartawan, Senin (17/4/2023)sore.

Herdi menjelaskan, ada dua solusi dalam diskusi pada sore ini, yakni High cost atau berbiaya tinggi dan low cost atau biaya rendah. Dalam solusi high cost dapat mendapat rest area, sementara untuk low cost petugas cukup melaksanakan patroli.

“Jadi kita cenderung ke solusi low cost yaitu melakukan patroli ke jalan tol. Dari akademisi dalam diskusi ini mengarah pada pengelola jalur tol, yang kami upayakan yaitu patroli,”kata dia.

Menurut, pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Alan Marino, dalam laka lantas tersebut lebih dilihat dari sisi kendaraan serta pengemudinya.

Seperti halnya laka lantas di jalur tol Semarang Solo beberapa hari yang lalu.

“Kalau di jalur tol, bisa jadi kekuarangan rest area. Tapi tidak mungkin juga, kalau sopir truk memasuki kendaraanya di rest area, yang di dalam rest area pasti kendaraan pribadi. Karena di rest area tempatnya terbatas,”kata dia usai melakukan diskusi dari berbagai unsur di salah satu hotel di Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Alan menambahkan, sebagai solusi alternatif lain yaitu, petugas menambah rambu lalu lintas dan marka jalan dengan bahan reflektif. Sehingga rambu lalu lintas dapat terlihat terang dan menyala.

“Penambahan rambu perlu dilakukan, hal itu juga dapat menekan akan laka lantas. Penambahan rest area juga sebagai solusi menekan angka laka lantas,”jelas dia.

Dalam disikusi itu dihadiri dari, petugas kepolisian, Dishub, BPBD, Satpol PP Boyolali serta dari PT Trans Marga Jateng (TMJ). (Tim Liputan Diskominfo Boyolali).

BAGIKAN ARTIKEL INI