Berita kami

Seniman Cilik Nogosari Ngabuburit Main Wayang

13 April 2023 Budaya

Foto : Dalang cilik asal Kecamatan Nogosari Kondang Kalimosodo ngabuburit bersama teman temannya di depan kantor polsek Nogosari. Rabu (12/04/2023)


BOYOLALI - Berbagai cara dilakukan para seniman di Kecamatan Nogosari, Boyolali dalam menunggu buka puasa di bulan suci Ramadan.

Selain memberikan hiburan terhadap warga dan pengguna jalan, perkumpulan seni yang mengatasanamakan Sanggar SKWL (Sedulur Keluarga Wartoyo Langgeng) Nusantara dari Dukuh Bulu Desa Tegalgiri, Nogosari tersebut sekaligus membagikan takjil terhadap pengguna jalan di depan kantor Polisi Sektor (Polsek) Nogosari.

Ketua Sanggar SKWL Nusantara, Ki Gondo Wartoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi spontan yang dilakukan anak anak dari Sanggar SKWL Nusantara bekerjasama dengan Polsek Nogosari menggelar seni wayang kulit dan bagi bagi takjil.

“Aksi ini menerjunkan dalang cilik dan juga parogo cilik. Tujuan untuk menghibur warga disini, pengguna jalan sekaligus bagi bagi takjil bersama Bapak Polisi dan TNI,”katanya kepada wartawan, Rabu(12/04/2023)sore.

Menurut, Wartoyo, seni wayang kulit tersebut merupakan syiar agama Islam yang sempat dilakukan oleh para Wali dahulu. Dimana, dalam syiarnya para Wali mengumpulkan warga dalam penyebaran agama Islam sekaligus memberikan hiburan yang positif.

“Kita kumpulkan warga melalui gelaran wayang kulit dan bagi bagi takjil. Dulu para Wali dengan begitu hebatnya mengumpulkan orang kemudian diberikan wejangan atau ceramaan melalui pagelaran wayang kulit,”ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Nogosari AKP Riyanto menggapresiasi terhadap kelompok seni Sanggar SKWL Nusantara yang dipimpin Ki Dalang Wartoyo yang telah memberikan hiburan terhadap warga dan pengguna jalan sekaligus bagi bagi takjil.

“Gelaran wayang kulit ini mengambil lakon Anoman Buto oleh Ki Dalang Cilik. Gelaran ini untuk mengisi bulan suci Ramadan sekaligus ngabuburit,”katanya.

Dikatakan Riyanto, kegiatan positif ini bertujuan agar warga masyarakat di Nogosari di bulan Ramadan ini tidak mengarah pada hal hal yang negatif. Seperti halnya, menyalakan petasan, minuman keras(miras), balap liar dan perjudian.

“Bulan Ramadan ini kita buat yang positif, tidak melakukan hal yang sifatnya negatif. Selain gelaran wayang kita bersama anggota Polisi dan TNI membagikan 300 takjil terhadap pengguna jalan,”tandasnya.(Tim Liputan Diskominfo Boyolali).

BAGIKAN ARTIKEL INI