Berita kami

Boyolali Gelar Simulasi, Antisipasi Bencana Tanah Longsor

11 November 2021 Pemerintahan

Foto : Tim gabungan evakuasi korban, dalam simulasi Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor di Desa Kendel. Kamis (11/11/2021)

 

BOYOLALI – Sebanyak sepuluh warga Desa Kendel, Kecamatan Kemusu jatuh ke jurang akibat adanya bencana longsor di daerah setempat. Puluhan petugas dari gabungan Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI) beserta relawan segera mengevakuasi enam korban menuju Balai Desa Kendel sebagai posko lapangan darurat bencana.

 

Usai bencana, masih dalam upaya penyelamatan korban yang tertimbun tanah, Polres Boyolali mengerahkan Tim K9 untuk mencari korban. Setelah pencarian beberapa waktu, akhirnya tim menemukan empat warga yang diperankan oleh boneka yang segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waras Wiris untuk dilakukan autopsi.

 

Hal tersebut merupakan gambaran dari Simulasi Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor di Desa Kendel pada Kamis (11/11/2021), yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama, Polrees Boyolali beserta Kodim/0724 Boyolali. Simulasi ini digelar sebagai bentuk persiapan awal untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di Kota Susu khususnya bencana tanah longsor di Desa Kendel.

 

Ditemui usai simulasi, Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel Inf. Rudy Saladin mengatakan, selain sebagai latihan, simulasi ini bertujuan untuk melihat kesiapan 250 personel yang sudah dilatih selama beberapa hari terakhir. Selain itu, seluruh personil juga diintruksikan untuk mempraktekan metode, kinerja atau koordinasi di lapangan saat terjadi bencana.

 

“Nanti akan ada yang melaksanakan evakuasi pengungsi bencana, pencarian dan penyelamatan korban, menggelar dapur lapangan, tenda evakuasi, posko lapangan, yang terpenting adalah bagaimana berkoordinasi antar bagian. Sehingga kerja kita, siapa berbuat apa itu sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya,” katanya.

 

Sekretaris Desa Kendel, Muhammad Ichwan mengatakan dengan adanya simulasi tersebut, sebanyak 6.672 jiwa warganya dapat memiliki pengetahuan terkait dengan mitigasi bencana tanah longsor yang sudah dua kali terjadi di Desa Kendel, yakni tahun 2016 dan 2019. Dari empat dusun yang dimiliki, sebanyak 53 KK atau 209 jiwa mengikuti simulasi agar mengetahui tindakan yang dilakukan saat bencana dan pasca bencana.

 

“Desa Kendel itu terdiri dari empat Kadus. Kadus empat ini termasuk tanah yang labil  dan ini kejadian masyarakat ini sudah yang dua kali. Kami dari pemerintah desa mengucapkan terimakasih dengan simulasi ini,” ujarnya singkat. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

BAGIKAN ARTIKEL INI