Berita kami

Boyolali di Rumah Saja, Semua Tempat Yang Menimbulkan Kerumunan Ditutup

27 June 2021 Pemerintahan

Boyolali di Rumah Saja, Semua Tempat Yang Menimbulkan Kerumunan Ditutup

BOYOLALI - Hari pertama pelaksanaan 'Boyolali di Rumah Saja' pada Minggu (27/6/2021), kawasan pusat kota Boyolali terpantau sepi. Di sepanjang jalan Pandanaran, seluruh toko dan kios tertutup rapat, serta tidak ada pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sepanjang trotoar. Tidak hanya kawasan itu, seluruh pasar tradisional dan swalayan-swalayan yang ada di Kabupaten Boyolali juga diminta untuk tutup pada hari ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali, Sunarno menjelaskan bahwa petugas Satpol PP akan melakukan penutupan akses jalan di titik-titik tertentu, rumah makan, mall, toko di Kabupaten Boyolali.

"Nanti saya dan beberapa rekan akan muter ke daerah-daerah, terutama daerah yang kecamatan ramai. Kecamatan Banyudono, Kecamatan Andong, Kecamatan Karanggede," terangnya saat ditemui di kantor Satpol PP pagi tadi.

Sunarno menambahkan, dalam pelaksanaan kebijakan 'Boyolali Di Rumah Saja' ini, segala bentuk kerumunan akan ditindak, termasuk hajatan. Untuk hajatan yang kiranya akan dilaksanakan pada hari ini, sudah diberikan edukasi. Dan jika tetap melanjutkan, maka akan ditindak tegas.

"Seperti biasa, brak akan kami bongkar, dan pengantin serta keluarga kami swab," ungkapnya.

Kegiatan operasi penutupan seluruh tempat yang menimbulkan kerumunan akan dilaksanakan satu hari penuh. Sunarno mengatakan, telah dikerahkan delapan hingga sepuluh personil yang terdiri dari petugas gabungan bersama TNI-Polri di masing-masing titik penutupan.

"Semua kita tutup, tidak terkecuali, jadi kami juga tidak tebang pilih," tegasnya. (Tim Liputan Diskominfo Boyolali)

BAGIKAN ARTIKEL INI